Indonesia termasuk salah satu negara Asia Tenggara yang paling ramah bagi perokok yang bepergian dengan pesawat. Negara dengan populasi terbesar keempat di dunia ini memiliki salah satu tingkat merokok dewasa tertinggi di Asia (sekitar 32% pada 2023), dan regulasi tembakaunya tetap relatif longgar dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, atau Thailand. Bandara-bandara di Indonesia — Jakarta Soekarno-Hatta (CGK), Bali Denpasar (DPS), Surabaya Juanda (SUB), Makassar Sultan Hasanuddin (UPG), dan Manado Sam Ratulangi (MDC) — semuanya menyediakan ruang merokok tertutup di dalam ruangan setelah pemeriksaan keamanan, tanpa tanda-tanda akan beralih menjadi hanya luar ruangan.

Bagi para pelancong, hal ini paling terasa di Jakarta dan Bali. Keduanya merupakan bandara transit utama menuju Australia, kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas, serta lanjutan ke Eropa. Perokok yang transit melalui Jakarta atau Bali tidak perlu keluar dari area steril hanya untuk merokok.

Cara Kerja Aturan Merokok di Bandara Indonesia

Undang-undang tembakau nasional Indonesia (PP 109/2012) membatasi merokok di ruang publik tertutup sekaligus secara tegas mengizinkan bandara menyediakan ruang merokok khusus. Ruang merokok tersebut:

  • Berupa kabin tertutup di dalam ruangan atau ruangan yang lebih besar dengan ventilasi
  • Terletak setelah pemeriksaan keamanan di semua bandara besar
  • Gratis digunakan, tanpa biaya
  • Sering kali berada di dekat food court atau di posisi tengah concourse
  • Tersedia di terminal internasional maupun domestik

Standarnya berbeda-beda di tiap bandara. Jakarta dan Bali memiliki fasilitas paling modern; bandara regional yang lebih kecil memiliki ruang merokok yang lebih sederhana dan tetap tersedia.

Hub Utama

Jakarta Soekarno-Hatta (CGK). Gerbang internasional utama Indonesia, dinamai dari presiden dan wakil presiden pertama negara ini. Memiliki tiga terminal (T1, T2, T3) dengan ruang merokok di masing-masing terminal. Terminal 3 adalah yang terbaru dan terbesar, dengan ruang merokok di dekat Gate 2 dan 8 (internasional) serta Gate 12 dan 18 (domestik). T1 dan T2 juga memiliki ruang merokok yang tersebar di sepanjang concourse.

Bali Denpasar (DPS). Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, gerbang menuju pariwisata Bali. Ruang merokok berada di dekat Gate 4-7, dengan fasilitas terpisah di lantai internasional dan domestik. Berada setelah pemeriksaan keamanan dan gratis digunakan.

Bandara Regional Utama

Surabaya Juanda (SUB). Bandara kota terbesar kedua di Indonesia. Ruang merokok tersedia di kedua terminal, baik di area publik maupun area steril. Lounge Garuda Indonesia memiliki area merokok khusus, dan Diplomat Cafe menjadi pilihan populer di area publik.

Makassar Sultan Hasanuddin (UPG). Hub Indonesia Timur di Pulau Sulawesi. Ruang merokok dalam ruangan tersedia setelah pemeriksaan keamanan.

Manado Sam Ratulangi (MDC). Bandara di Sulawesi Utara, gerbang menuju Bunaken dan destinasi menyelam unggulan lainnya. Memiliki ruang merokok dalam ruangan.

Tips untuk Perokok di Bandara Indonesia

  • Semua bandara besar di Indonesia memiliki ruang merokok dalam ruangan setelah pemeriksaan keamanan — transit menjadi mudah
  • Rokok relatif murah di Indonesia (sekitar $2-3 per bungkus) — lebih murah daripada duty-free di sebagian besar bandara
  • Kretek (rokok cengkeh) mudah ditemukan di mana-mana dan merupakan ciri khas Indonesia
  • Vape legal dan diperbolehkan di dalam ruang merokok
  • Bali DPS menawarkan suasana merokok paling nyaman berkat desain bandaranya yang tropis
  • Bandara regional di Indonesia Timur (UPG, MDC) memiliki ruang merokok sederhana yang tetap berfungsi dengan baik

Perbandingan Bandara Indonesia: Dalam Ruangan, Luar Ruangan & Setelah Pemeriksaan Keamanan

Sekilas — bandara Indonesia mana saja yang memperbolehkan Anda merokok setelah pemeriksaan keamanan, di ruang dalam ruangan, atau di area luar ruangan:

Terakhir diperbarui:

Frequently Asked Questions

Apakah bandara di Indonesia menyediakan ruang merokok dalam ruangan?

Ya — setiap bandara besar di Indonesia menyediakan ruang merokok dalam ruangan setelah pemeriksaan keamanan. Jakarta Soekarno-Hatta (CGK) memiliki ruang merokok di ketiga terminalnya. Bali Denpasar (DPS) memiliki ruang merokok di Gate 4-7, baik di lantai internasional maupun domestik. Surabaya Juanda (SUB), Makassar (UPG), dan Manado (MDC) semuanya sudah dipastikan memiliki fasilitas dalam ruangan. Indonesia termasuk salah satu negara Asia Tenggara yang paling ramah bagi perokok yang bepergian dengan pesawat.

Di mana letak ruang merokok di Jakarta CGK dan Bali DPS?

Jakarta Soekarno-Hatta (CGK) memiliki ruang merokok di ketiga terminalnya. Terminal 3 adalah yang paling modern, dengan ruang merokok di dekat Gate 2 dan 8 (internasional) serta Gate 12 dan 18 (domestik). Bali Denpasar (DPS) memiliki ruang merokok di dekat Gate 4-7, dengan fasilitas terpisah untuk lantai internasional dan domestik. Ruang merokok di kedua bandara berada setelah pemeriksaan keamanan dan gratis digunakan.

Apakah rokok elektrik dan vape diperbolehkan di bandara Indonesia?

Ya — Indonesia umumnya cukup longgar soal vape. Rokok elektrik dan perangkat heat-not-burn legal dan mudah ditemukan; bandara memperlakukannya sama seperti rokok biasa, yaitu harus digunakan di dalam ruang merokok yang telah ditentukan. Regulasi tembakau di Indonesia termasuk yang paling longgar di Asia, mencerminkan salah satu tingkat merokok dewasa tertinggi di dunia.

Bisakah saya merokok saat transit di bandara Indonesia?

Ya — dengan mudah. Ruang merokok dalam ruangan di bandara besar Indonesia berada setelah pemeriksaan keamanan, jadi Anda bisa keluar dari gate, berjalan ke ruang merokok terdekat, merokok, lalu kembali tanpa harus melewati pemeriksaan keamanan lagi. Jakarta CGK dan Bali DPS sangat memadai bagi perokok yang transit. Waktu berjalan dari gate ke ruang merokok biasanya sekitar 5-10 menit.

Apakah ruang merokok tersedia di bandara Indonesia yang lebih kecil?

Ya — Surabaya Juanda (SUB) memiliki ruang merokok dalam ruangan di kedua terminal (area publik dan area steril) plus Garuda Lounge dengan area merokok serta Diplomat Cafe. Makassar Sultan Hasanuddin (UPG) adalah hub utama untuk Indonesia Timur dan memiliki ruang merokok dalam ruangan. Manado Sam Ratulangi (MDC) — gerbang menuju destinasi menyelam di Sulawesi Utara — juga memiliki fasilitas dalam ruangan.